Memulai dengan Wono: Panduan Lengkap untuk UMKM
Pelajari cara membuat toko online dengan Wono, dari mengisi profil bisnis sampai website siap dipublikasikan.
Memulai dengan Wono: Panduan Lengkap untuk UMKM
Website yang rapi bisa membantu pelanggan memahami bisnis kamu lebih cepat: apa yang dijual, berapa harganya, bagaimana cara memesan, dan kenapa mereka bisa percaya. Wono dibuat untuk membantu UMKM punya website seperti itu tanpa perlu menulis kode atau mulai dari halaman kosong.
Di Wono, kamu cukup menjelaskan bisnis secara singkat. Setelah itu, AI akan membantu menyusun struktur halaman, warna, teks, gambar, dan bagian-bagian penting toko online.
Apa yang perlu disiapkan?
Sebelum mulai, siapkan beberapa informasi dasar agar hasil website lebih akurat:
- Nama bisnis: gunakan nama yang sama dengan etalase, media sosial, atau kemasan produk.
- Deskripsi singkat: jelaskan produk utama, keunggulan, dan area layanan.
- Target pelanggan: misalnya ibu rumah tangga, pekerja kantoran, reseller, atau pembeli oleh-oleh.
- Daftar produk: minimal nama produk, harga, foto, dan variasi jika ada.
- Gaya brand: pilih kesan yang ingin dibangun, seperti hangat, premium, ceria, minimal, atau tradisional.
Semakin jelas informasi yang kamu berikan, semakin mudah AI Wono membuat website yang terasa sesuai dengan bisnismu.
Langkah membuat website di Wono
1. Buat akun
Masuk ke Wono, lalu daftar menggunakan email. Setelah akun aktif, kamu bisa mulai membuat website pertama untuk bisnis kamu.
2. Isi profil bisnis
Lengkapi nama toko, kategori usaha, alamat operasional jika dibutuhkan, dan informasi kontak. Data ini akan digunakan di beberapa bagian website, seperti hero, footer, halaman checkout, dan profil toko.
3. Jelaskan bisnis dengan detail
Saat diminta memberi deskripsi, tulis dengan bahasa natural. Contohnya:
Saya menjual kopi susu botolan di Bandung untuk mahasiswa dan pekerja kantor. Produk utama kami adalah kopi susu gula aren, matcha latte, dan cokelat. Brand kami ingin terlihat modern, ramah, dan cocok untuk pemesanan harian.
Prompt seperti ini membantu AI memahami produk, audiens, lokasi, dan gaya komunikasi yang tepat.
4. Review hasil website
Setelah website dibuat, periksa beberapa bagian penting:
- Judul utama sudah menjelaskan bisnis dengan jelas.
- Foto dan visual terasa relevan dengan produk.
- Informasi harga, kontak, dan pengiriman mudah ditemukan.
- CTA seperti "Pesan Sekarang" atau "Lihat Produk" mengarah ke langkah yang benar.
- Tampilan mobile tetap nyaman dibaca.
5. Tambahkan produk dan pengaturan toko
Masukkan katalog produk, kategori, variasi, stok, promo, metode pembayaran, dan pengiriman. Bagian ini membuat website bukan hanya terlihat bagus, tetapi juga siap dipakai untuk menerima pesanan.
6. Publikasikan
Jika semua sudah siap, publikasikan website. Kamu bisa mulai membagikan link toko ke pelanggan, bio media sosial, grup WhatsApp, atau materi promosi.
Tips agar hasilnya lebih maksimal
Gunakan bahasa yang spesifik. Daripada menulis "jual makanan", tulis "jual rice bowl ayam sambal matah untuk makan siang pekerja kantor di Jakarta Selatan".
Pilih foto yang terang. Foto produk yang jelas sering memberi dampak lebih besar daripada dekorasi halaman yang ramai.
Jangan terlalu banyak pilihan di awal. Mulai dari produk yang paling laris, lalu tambah katalog secara bertahap.
Periksa alur pesan. Pastikan pelanggan tahu harus klik apa setelah tertarik.
Kesimpulan
Membuat website tidak harus rumit. Dengan Wono, UMKM bisa mulai dari deskripsi sederhana, lalu mendapatkan website yang siap dikembangkan menjadi toko online lengkap. Setelah itu, tugas terpenting adalah menjaga informasi tetap akurat, menambah produk secara konsisten, dan membagikan link toko ke calon pelanggan.